Info Sehati

Jika Anda memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19, apa yang harus Anda lakukan? • ProHealth

Pandemi Covid-19 masih berjalan hingga saat ini dan jumlah kasus baru masih terus bertambah. Peningkatan tersebut terjadi karena banyak faktor, salah satunya varian baru Covid-19 yaitu Omicron dan yang terbaru adalah varian XBB yang jauh lebih menular dari varian sebelumnya.

Jika Anda memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19, apa yang harus Anda lakukan?

Jika Anda memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19, apa yang harus Anda lakukan?


Jika Sahabat Sehat
dekat dengan orang yang terinfeksi atau memiliki gejala COVID-19 dalam jarak 1 meter selama 15 menit atau lebih, melakukan kontak fisik langsung dengan orang yang tertular COVID-19 atau memiliki gejala COVID-19 (seperti berjabat tangan, berpegangan tangan, berpelukan, dll) maka disebut juga kontak dekat.
Nah Sobat Sehat, apa yang perlu dilakukan jika memiliki kontak dekat dengan penderita Covid-19? Mari simak penjelasan berikut ini.

Karantina Mandiri Setelah Kontak Dekat Dengan Penderita Covid-19

Berdasarkan KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/4641/2021, tercantum beberapa aturan dalam penanganan Covid-19. Salah satunya adalah aturan tentang karantina bagi seseorang yang melakukan kontak dekat dengan pasien Covid-19.

Karantina dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Berikut protokol kesehatan yang perlu diikuti bagi Sobat Sehat yang kontak dekat dengan penderita Covid-19:

  1. Karantina harus dimulai segera setelah seseorang diberi tahu tentang statusnya sebagai kontak dekat, idealnya dalam waktu 24 jam sejak orang tersebut diidentifikasi sebagai kontak dekat. Saat karantina dimulai, yang disebut pemeriksaan swab dilakukan tes masuk.
  2. Jika hasil pemeriksaan swab Covid-19 (tes masuk) menunjukkan hasil negatif, maka karantina akan dilanjutkan. Jika hasil pemeriksaan swab (tes masuk) menunjukkan Jika hasilnya positif, Anda harus menjalani isolasi mandiri.
  3. Seseorang dinyatakan selesai menjalani karantina apabila dari hasil pemeriksaan swab Covid-19 (tes keluar) pada hari kelima menunjukkan hasil negatif. Jika hasil pemeriksaan swab (tes keluar) menunjukkan positif, maka orang tersebut dinyatakan sebagai kasus konfirmasi Covid-19 dan harus menjalani isolasi.
  4. Jika pemeriksaan swab Covid-19 (tes keluar) tidak dilakukan maka harus dilakukan karantina selama 14 hari. Jika tes PCR dan Rapid Antigen tidak dapat dilakukan karena tidak tersedianya sumber daya yang memadai, karantina harus dilakukan selama 14 hari.

Baca Juga: Setelah Sembuh dari Covid-19, Pemeriksaan Kesehatan Apa Saja yang Perlu Dilakukan?

Untuk pemeriksaan swab Covid-19 dapat dilakukan dengan jeda 5 hari bagi seseorang yang sedang menjalani karantina. Pasalnya, Covid-19 memiliki masa inkubasi kurang lebih 3-5 hari, bahkan ada yang lebih jarang, hingga 14 hari.5 Jika hasil tes swab Covid-19 menunjukkan hasil positif, maka harus menjalani isolasi mandiri sebagai pasien Covid-19.

Produk Terkait: Suplemen/Vitamin

Selama menjalani karantina mandiri, masih ada kemungkinan virus masih dalam masa inkubasi, sehingga belum muncul gejala atau hasil pemeriksaan swab Covid-19 belum menunjukkan hasil positif. Setelah masa karantina selesai, Sobat Sehat baru bisa dinyatakan tidak mengalami Covid-19.

Nah Sobat Sehat, kira-kira itulah yang perlu dilakukan jika memiliki riwayat kontak erat dengan penderita Covid-19. Jika Sahabat Sehat membutuhkan tes laboratorium, produk imunisasi, tes Covid-19, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi WhatsApp Asisten Kesehatan Maya 08111816800

Ditulis oleh: Dr.Jonathan Christopher
Diperiksa oleh: Dr.Monica C

Referensi

  1. Satgas Covid-19. PETA PENYEBARAN COVID-19.
  2. Organisasi Kesehatan Dunia. Pembaruan di Omicron.
  3. Satgas Covid-19. Apa itu Kontak Dekat?
  4. KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/4641/2021.
  5. Lauer S, dkk. Masa Inkubasi Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) Dari Kasus Terkonfirmasi yang Dilaporkan Secara Publik: Estimasi dan Aplikasi.

Source link

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button